Postingan

PAS ITU INDAH

Aku bukan orang yang terlalu pandai Aku juga bukan orang yang terlalu bodoh Aku mengeluarkan kemampuanku sewajarnya Hingga aku bisa hidup wajar Dan akan kugapai setinggi-tingginya anganku Karena itu masih wajar bagiku,,

BINTANG

Meski rembulan bersinar begitu indah... Aku tak ingin seperti rembulan, Yang hanya pantulkan sinar mentari... Aku akan lebih bangga menjadi sebuah bintang Yang memancarkan cahayanya sendiri, Meskipun redup...

hanyanadailusi

Akusayangkamu bukanberartiakuharusnurutsamakamu kamuhanyasepertiku manusiabiasa banyaksalahnya

JIKA AKU

Jika aku masih kecil aku akan menangis Jika aku masih kecil aku akan teriak Jika aku masih kecil aku akan tertawatawa Jika aku masih kecil aku akan memaksa Jika aku masih kecil aku takkan peduli Jika aku masih kecil aku ceria Jika aku masih kecil banyak mainan Jika aku masih kecil merusak segalanya tp skrg aku dewasa hingga semuanya beku

KENANGAN SEPI

deru ombak kan menghapus jejakku... begitu pula jejakmu oleh desiran angin,, tinggal pasir putih mjd kenangan sepi...

TUGAS AKHIR PERKULIAHAN FILSAFAT MATEMATIKA

ELEGI DAN JARGON MENURUT PERSEPSIKU ELEGI Apa itu elegi?, mungkin sebelum saya mengikuti kuliah filsafat pendidikan matematika saya belum pernah mendengarnya apalagi kenal dengannya. Tapi setelah saya mengikuti kuliah Filsafat Pendidikan Matematika hampir setiap pagi, siang, sore, malam saya merasakan saya selalu membuat elegi baik itu elegi yang saya tulis dengan kata-kataku maupun yang tidak dan tiada mampu kutulis. Menurut saya elegi itu banyak sekali pengertiannya, dan rangkaian kata-katapun sebenarnya tiada mampu memberikan pengertian ataupun mendefinisikan sebuah elegi karena hanya elegi sendiri yang mampu memberi pengertian ataupun mendefinisikan atas dirinya. Namun, akan saya coba memberikan gambaran sedikit yang mungkin bisa menjadikan pembaca mengetahui atau malah membuat pembaca semakin bingung dengan yang namanya elegi. Tapi, ,khusus bagi pembaca yang kebingungan saya ucapkan..”selamat…!!”, anda kebingungan berarti anda berfikir. Elegi adalah bahasa kalbu. Dengan Elegi kita...

ELEGI KETENANGAN HIDUP (II)

Tadi pagi aku terbangun dengan mata yang sayu. Lantas kututup lagi mataku karena ngantukku masih melayang bersama mimpi-mimpi. Wuzzz……semilir angin pagi mencoba mengingatkanku pada sebuah kewajiban untuk tidurku yang lain. Bah cerewet ibuku yang tak bosan-bosannya membangunkan tidur anak malas yang begitu rajin tidur-tiduran dan main kesana-kemari. Tenanglah ibu…aku tidur hanya untuk melepas lelah, tapi mengapa setiap saat aku merasa lelah. Mengertilah ibu…aku main, jalan-jalan kesana-kemari karena aku ingin berjabat tangan dengan mereka…Hingga ibupun tak jarang kelepasan meluapkan senyum jengkelnya pada seorang remaja yang ia anggap masih anak ingusan yang lahir kemarin malam… Kubuka lagi mataku yang muram oleh cercaan pagi, aku melihat sang angin yang garang menatapku, Aku: Hey…angin, ngapa engkau lemparkan raut mukamu yang kucel itu di pagiku yang cerah ini??!!! Angin: Mukaku kucel karena mukamu kucel…!, haahhh…PD banget kamu ngomong pagimu cerah..?! Aku: Hmmh, m...