Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 12: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian kedua)
Releksi:
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 12: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian kedua)
Oleh: Dr. Marsigit
Direfleksi oleh:
DAFID SLAMET SETIANA
P. Mat B PPs UNY 2011
Aspek Ontologi
Pada hakikatnya matematika memilki banyak sekali kekontradiksian yang sangat beragam. Namun untuk mempertahankan kekonsistenannya dan kelengkapan yang sudah disusun dari berabad-abad tahun yang lalu, matematika cenderung menghilangkan secara paksa kekontradiksian tersebut hingga matematika menjadi ilmu yang terkesan angkuh dan tertutup.
Aspek Epistimologi
Menjadi tertutupnya ilmu matematika karena sebuah kegengsian akan sebuah keterbukaan yang dikawatirkan akan merusak sendi-sendi kelangkapan dari ilmu matematika yang sudah dirumuskan dari zaman dulu.
Aspek Aksiologi
Manfaat dari meresapi elegi ini adalah menjadikan kita terhindar dari patung-patung matematika maupun jargon-jargon kematematikaan yang menjadikan kita semain kerdil dengan ilmu-ilmu yang terlalu dikekang dengan aturan-aturan yan sungguh kejam.
Komentar
Posting Komentar